Friday, April 09, 2010

Entahlah, apa ini

Kubertanya pada hati, dan dia mengatakan, "Apa yang ingin kau katakan ? Apa yang ingin kau perjelas ?" dan saat itu pun aku mengerti, bagaimana rasanya bila kita kehilangan rasa bahagia yang amat-sangat menyesakkan hati.

Perasaan. seperti layaknya angin, yang dapat berganti arah dan tujuan. Dapat mengganti, kapan dia harus berhembus kencang, kapan dia harus berhembus tenang dan lembut, selembut kapas. Bahkan angin dapat membawa debu polusi yang sangat menyusahkan.

Ya, itulah Perasaan. Dapat menenangkan, membuat Raga kita menjadi lebih santai. Ada kalanya perasaan ini membuat Risau seluruh pikiran maupun perbuatan: Ketika kita membuat kesalahan, walau sekecil debu-pun.

Kesalahan. sebuah hal sepele yang mudah diperbuat, kapan pun, dimana pun, siapa pun. Namun, begitu berat bila ingin dipertanggungjawabkan. Seperti Gula yang mudah dicairkan di atas panci, namun sulit untuk mengangkat sisa-sisanya. Ya, itulah kesalahan yang tertinggal di hati orang lain. membekas, berkarat, dan susah bila kita ingin menghilangkannya.

Sesak. Betapa sesaknya, bila sebuah kesalahan yang diperbuat oleh kita, namun kita belum bisa menanggulanginya. Layaknya Gudang, yang sudah ditinggalkan bertahun-tahun, lalu kini, ingin dibersihkan lagi.

Begitulah hati, hati yang sedang dirasakan oleh beribu-ribu orang diluar sana. Tahukah kalian, bila seseorang minyimpan sebuah masalah dalam hidupnya ? Tapi diluar sana, Kalian memperolok-oloknya sambil tertawa berkacak-pinggang. Sakit. Bila kalian rasakan itu, apakah kalian masih bisa tertawa ?? Betapa pedihnya hati itu, walaupun dia tertawa bersama kalian, selalu menampakkan sisi baiknya dan selalu berusaha tersenyum untuk menyenangkan hati kalian. Dia hanya ingin membutuhkan perhatian kalian terhadap hidupnya, dia hanya membutuhkan tempat untuk menyadarkan curahan segala masalahnya... Dia hanya ingin merasakan bagaimana bahagianya bila kalian menganggapnya.

Tak pernah kah kalian merasakan ?? Sesuatu kekosongan hati yang meyelimuti kehidupan-kehidupannya ?? Membuatnya tertawa di sekolah namun menangis dirumah. TAHUKAH KALIAN ??? Terkadang perih hati ini, bila tersenyum untuk mendengar keluh-kesah-apalah ! yang kalian curahkan padanya ? Pernahkah kalian tanyakan, "Apa masalahmu ? Apa yang ingin kau ceritakan ? Apa yang ingin kau curahkan ?" apakah kalain pernah berfikir, bahwa tak selamanya dia bisa tertawa ?? Ada kalanya dia butuh pertolongan, ada kalanya dia butuh dukungan...

Tak pernah mengerti. Kalian tak pernah mengerti, apa yang dia rasakan. Sepi. Layaknya taman yang hampa tanpa pengunjung. Cobalah rasakan. Kepedihan hati, yang tak pernah tercurahkan pada siapapun. Hati itu menangis. Sendiri. Tak ada yang mengerti. Kemana dia harus mencurahkannya ? Entahlah, tak ada yang dapat memberikan jawabannya.

Salam,

Michiro Katsufuji (Tiara Murli Adila) *no feel*

Additional Information

This blog has many kind of information, maybe from other website or my original entries. For more information you can follow me on twitter: @timurad [mention / message me] if something in my blog are disrupt and confuse you. Thank you, and enjoy the blog! --